Adblock Detected

Kami mendeteksi bahwa Adblock anda aktif.

Adblock Detected

Mohon untuk menonaktifkan adblock untuk menghargai blog ini.

Atau filter adblock pada blog ini.

Terima kasih.

×

Pencarian


MENGAPA ORANG “BODOH” BISA LEBIH CEPAT SUKSES ?


Assalamu'alaikum Wr Wb




Anda Merasa "Bodoh" ? Jangan kawatir , karena orang bodoh bisa lebih cepat sukses daripada orang pintar. Di Artikel saya yang satu ini akan menunjukkan bahwa orang bodoh bisa sukses karena beberapa hal .Simak artikel saya berikut...


Kesalahan Sebelum Memulai Bisnis



1. Terlalu Banyak Ide

Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin terlalu banyak ide, sehingga tidak ada satupun yang menjdi kenyataan.Sebaliknya, orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide,dan satu ide tulah yang menjadi pilihan usahanya.
Bingung tentukan bisnis
Orang yang terlalu banyak ide biasanya sulit untuk menentukan bisnis tetapi orang yang sedikit ide juga sulit untuk menentukan bisnis, jadi idealnya dia mempunyai beberapa ide tetapi dari beberapa ide itu ada satu atau dua yang dapat membuatnya yakin untuk segera memulai bisnis.wwww

2. Miskin Keberanian Untuk Memulai

Orang “bodoh” biasanya lebih berani di bandingkan dengan orang “pintar:” kenapa? karena orang bodoh sering tidak berfikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia is nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar” terlalu banyak pertimbangan.

Kenapa sebagian besar orang takut memulai bisnis sendiri? Ini pertanyan mendasar yang paling banyak faktanya.Mungkin dari sejuta orang yang berniat berwirausaha,990.990 diantaranya takut memulai.Keberanian yang di dengu-dengukanharus di miliki seorang pengusaha,lenyap musnah tanpa bekas, sesaat sebelum memulai. Bahkan mereka yang secara mentalsangat beranipun sempat mengalami ketakutan ini.

3. Terlalu Pandai Menganalisa

Sebagian besar orang “pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis dianalisa dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi, sampai titik impasnya (brek event point). Orang “bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai berbisnis.
Hitungan di atas kertas belum tentu sama
Dalam berbisnis,hitung-itungan di atas kertas belum tentu sama dengan kenyataan. Apalagi jika anda menggunakan ilmu akuntansi, krena ada beberapa unsur dalam ilmu akuntansi yang tidak klop dengan kenyataan. Misalnya, ntuk penyusutan. Biasanya setiap barang produksi di hitung setiap tahun , dan pada tahun kesikian sampai pada batas usia produksinya.Namun, kenyataannya tidak demikian. Ankot yang berproduksi selama lim tahun, masih mampu beroperasi selama 10 tahun, bahkan lebih.


4. Ingin Cepat Sukses(Instant)

Orang “pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya, termasuk mendapatkan hasil dengan sangat cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus memulai jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.

Menyesatkan
Sesunguhnya pemikiran instan sangat menyesatkan apalagi dalam dunia bisnis jika pemikirn jalan pintas di kembangkan maka dunia bisnis kan semakin kotor, karena semua oarng berlomba mencari jalan pintas.

Pemikiran instan juga berdampak negatif terhadap spirit of busness seseorang. Hambatan dan kendala bisnis adalah ujian untuk memetangkan. Tanpa hambatan dan kendala akan menjadi tidak sempurna kesuksesannya.

5. Tidak Berani Mimpi Besar

Orang “pintar” berlogika sehingga bermimipi sesuatu yang secara logika dapat di capai. Orang “bodoh” tidak peduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.
Pada suatu hari, Masagung menempelkan sebuah gedung bertingkat, di ruang kerjanya.Gedungnya cukup megah tetapi tidak jalas gedung mana, karena gambar itu adalah hasil kreasi Masagung sendiri. Bertahun-tahun Massgung menggantung gambarnya di ruang kantor, sambil berupaya merealisasikan mimpinya. Akan tetapi, lihatlah sekarang! Mimpi masagung sudah menjadi kenyataan. Dia tidak hanya mempunyai satu gedung bertingkat tetepi beberapa.Tengoklah di berbagai kota, Toko Gunung Agung ada di mana-mana.Ternyata, sebesar apa pun mimpi, meski tidak 100 persen tercapai, jika diupayakan mencapainya pasti akan terkabul. Mimipi seperti menjadi patokan jalur hidup seseorang menjadi lebih jelas.


6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi

Orang “pintar” menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “bodoh” berfikir diapun pasti bisa berbisnis.

Banyak orang yang beranggapan, untuk menjadi pengusaha butuh standar pendidikan tertentu. Makin tinggi, katanya makin baik dan makin mudah menggapai kesuksesan. Benarkah demikian? Jawabannya keliru. Untuk menjadi pengusaha, bahkan tidak dibutuhkan selembar ijazahpun. Modal pengusaha hanya semangat, tekat, keberanian, banyak akal, dan just do it. Pengusaha tidak butuh IQ 180, dia tidak perlu IPK 3,5 keatas, dan pengusahapun tidak harus punya nilai matematika, bahasa inggris, atau fisika minimal 7.
Paradigma yang selama ini bekembang menyebutkan, pengusaha haruslah orang yang terdidik agar mampu mnjalankan bisnis dengan cerdas. Jika belum punya ijazah sarjana atau diploma, seseorang tidak bisa menjadi pengusaha.

7. Berfikir Negatif Sebelum Memulai

Orang “pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berfikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sementara itu, orang “bodoh” tidak sempat berfikir negatif, karena harus segera berbisnis.

Pikiran negatif sebelum melakukan usaha memang wajar muncul dari setiap manusia. Sangat manusiawi, karena kekhawatiran dan ketakutan akan berbagai kemungkinan yang tak pasti. Memilih menjadi pengusaha adalah menjadi tidak pasti. Hanya ada satu kepastian ketika seseorang beralih dari zona karyawan ke pengusaha, yaitu pasti tidak mendapatkan gaji. Sisanya berisai ketidakpastian

8. Maunya dikerjakan sendirian

Orang “pintar” berfikir, “aku bisa mengerjakan semunya.” Sebaliknya, orang”bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus di bantu orang lain.

Setelah berhasil melewati berbagai jebakan sebelum memulai bisnis, ternyata anda masih harus berhadapan dengan berbagai kekeliruan setelah berbisnis. Kekeliruan ini biasanya tidak didasari, atau kalaupun didasari sulit untuk memperbaikinya. Salah satu kesalahan yang sangat biasa dilakukan pengusaha pemula adalah ingin melakukan semuanya sendirian. Dia merasa mampu mengerjakan semuanya, sehingga waktu tenaga dan pikirannya habis di curahkan buat bisnis barunya tersebut.

9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan

Orang “pintar” menganggab mudah mengetahui banyak hal, tetapi sering kali melupakan penjualan Orang “bodoh” berfikir simpel, “Yang penting produknya terjual.”

Analisis beberapa departemen pemerintah,lembaga keuangan yang hobi membantu UKM, dan beberapa pihak lainnya menyimpulkan bahwa salah satu kelemahan pembisnis kita adadah miskin pengetahuan pemasaran dan penjualan.

10. Tidak Peduli Konsumen

Orang “pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semua sudah oke berkat kepintaranya sehingga mengabekan suara konsumen. Bagaimana dengan orang “boboh”? Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.
Konsumen adalah Raja

Apapun yang kita tawarkan baik produk fisik maupan jasa harus sesuai dengan selera konsumen. Jnagan pernah sekalipun menabaikan keinginana konsumen.Sebiknya, sebelum membuka usaha apapun, pelajari dulu siapa konsumen yang akan di bidik. Apakah anaak-anak? Remaja? Dewasa? Apakah ibu-ibu? Gadis? Atau, orng lanjut usia?Bagaimana gaya hidup mereka? Seperti apa pola hidup mereka?Semia harus di ketahui.

Sekian , Semoga artikel saya bermanfaat bagi anda semua dan jangan pernah putus asa saat memulai bisnis.


Terima Kasih.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "MENGAPA ORANG “BODOH” BISA LEBIH CEPAT SUKSES ? "

Post a Comment

Peraturan Berkomentar :

- Komentar tidak boleh mengandung Unsur Sara / Porno
- Usahakan Setidaknya menggunakan Nama / Url dari pada Anonymous
- Dilarang Spam

Terima Kasih .